PURWOKERTO – Menjelang peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Bupati Kebumen Lilis Nuryani melakukan ziarah ke makam KH Abu Dardiri di kompleks pemakaman Jalan Pekih, Purwokerto, Selasa (30/12/2025).
Ziarah ini menjadi momen reflektif yang mengangkat kembali peran penting tokoh asal Gombong tersebut dalam sejarah lahirnya Kementerian Agama RI.
KH Abu Dardiri bukan hanya dikenal sebagai pemimpin Muhammadiyah Banyumas selama 33 tahun (1930–1963), tetapi juga sebagai sosok visioner yang turut menggagas pembentukan Kementerian Agama. Dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tahun 1945, bersama KH Saleh Su’aidy, ia mengusulkan agar urusan agama dipisahkan dari Kementerian Pengajaran. Usulan tersebut diterima oleh Presiden Sukarno dan menjadi dasar berdirinya Kementerian Agama pada 3 Januari 1946.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami berziarah ke makam almarhum mertua saya, KH Abu Dardiri. Beliau adalah ayahanda dari Pak Fuad. Peran beliau bagi bangsa ini sangat besar, khususnya dalam membidani lahirnya Kementerian Agama,” ujar Bupati Lilis Nuryani di sela-sela ziarah.
Putra almarhum, Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan rasa harunya atas perhatian dari jajaran Kemenag Kebumen. Ia mengenang bahwa kisah perjuangan ayahnya dahulu hanya dituturkan secara lisan oleh ibundanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar Kantor Kemenag Kebumen yang selalu mendoakan. Saya baru mengetahui secara resmi bahwa ayah saya diakui sebagai pengusul kementerian ini pada masa awal reformasi 1997. Sebagai bentuk penghormatan, saat ini kami sedang membangun Masjid Abu Dardiri di Ponpes Al-Kamal, Kuwarasan,” ungkap Yahya Fuad.
Kepala Kantor Kemenag Kebumen, Anif Solikhin, menegaskan bahwa institusinya berhutang budi pada kegigihan KH Abu Dardiri.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Pemkab Kebumen
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















