Kasus Sopir SPPG Viral di Kebumen Berakhir Damai Lewat Mediasi

Senin, 9 Februari 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediasi kasus sopir Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat viral karena menabrak pagar sekolah dan menganiaya warga di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

i

Mediasi kasus sopir Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat viral karena menabrak pagar sekolah dan menganiaya warga di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

KEBUMEN, DiengPost.com — Kasus sopir Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat viral karena menabrak pagar sekolah dan menganiaya warga di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa mediasi antara warga Desa Clapar dan pihak SPPG Tirto Mulyo Wonotirto berlangsung pada Sabtu (7/2/2026), dengan pendampingan dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa.

“Mediasi berjalan lancar, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan,” ujar AKBP Putu, Minggu (8/2/2026).

Peristiwa ini mencuat setelah video mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak pagar SD Negeri Clapar dan pengemudinya melakukan penganiayaan terhadap warga, beredar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.

Dalam mediasi yang digelar di Sanggar Tari Pager Bumi Panembahan, pihak SPPG mengakui kesalahan sopir mereka, Ajis Setyo Wihantoro. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak, yang kemudian diterima oleh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG menyatakan kesediaan mengganti kerugian materiil, termasuk memperbaiki pagar sekolah, kendaraan warga yang rusak, serta memberikan bantuan biaya pengobatan bagi korban luka. Selain itu, pembinaan terhadap sopir juga akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Peringati Hari Ibu ke-97, Polres Kebumen Tegaskan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

Dalam kesepakatan yang disaksikan unsur Forkopimcam Karanggayam, kedua belah pihak sepakat tidak akan menempuh jalur hukum dan menyatakan perkara selesai secara musyawarah. Koordinator wilayah MBG Kecamatan Karanggayam juga menyampaikan bahwa kinerja sopir akan dievaluasi dan kemungkinan dicoret dari daftar relawan SPPG.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kebumen.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Video Muda-mudi Tidur Berpelukan di Masjid Pantai Logending
Polisi Ringkus Ayah Bejat, Kasus Persetubuhan Anak di Kebumen Terbongkar
Modus Belajar Dini, Kasus Pencabulan Guru Ngaji Kebumen Terbongkar
Usai Lebaran, Tren Pernikahan di Kebumen Meningkat Drastis
Gagal Menanjak, Kecelakaan Maut di Sempor Akibatkan Tiga Nyawa Melayang
Pohon Jenitri di Kebumen Tumbang Saat di Panen, Satu Petani Meninggal Dunia
Pemkab Kebumen Salurkan Insentif Guru Ngaji Kebumen Tahap Pertama 2026
Sengketa Lahan Sat Lantas Polres Kebumen : BPN Sebut Masih Proses, Polres Siap Ikuti Jalur Hukum

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 13:54 WIB

Viral Video Muda-mudi Tidur Berpelukan di Masjid Pantai Logending

Kamis, 2 April 2026 - 10:47 WIB

Polisi Ringkus Ayah Bejat, Kasus Persetubuhan Anak di Kebumen Terbongkar

Kamis, 2 April 2026 - 10:36 WIB

Modus Belajar Dini, Kasus Pencabulan Guru Ngaji Kebumen Terbongkar

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:42 WIB

Usai Lebaran, Tren Pernikahan di Kebumen Meningkat Drastis

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:58 WIB

Gagal Menanjak, Kecelakaan Maut di Sempor Akibatkan Tiga Nyawa Melayang

Berita Terbaru

Kebumen

Usai Lebaran, Tren Pernikahan di Kebumen Meningkat Drastis

Minggu, 29 Mar 2026 - 10:42 WIB