Selain itu, polisi juga menemukan unggahan bernada emosional di akun media sosial yang diduga milik korban. Unggahan tersebut mengindikasikan adanya tekanan psikologis berat sebelum kejadian.
Tragedi ini mendapat perhatian dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang langsung mengunjungi keluarga korban pada Jumat (9/1/2026). Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan belasungkawa dan memastikan adanya pendampingan berkelanjutan bagi AZ.
“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir agar keluarga tidak merasa sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum,” ujar Lilis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Kebumen juga menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan mainan untuk AZ. Selain itu, pemerintah menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi AZ agar dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menyampaikan bahwa AZ menunjukkan gejala trauma pascakejadian. “Saat ini ia menunjukkan ketakutan terhadap orang asing. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi ringan dan permainan,” ujarnya.
UPTD PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak membicarakan ulang peristiwa tersebut di hadapan AZ. Pendampingan lintas sektor akan terus dilakukan untuk menjamin hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan psikososial anak tersebut.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











