12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Sorotan Armada POPDA Kebumen, Bupati Janji Perbaiki Fasilitas Kontingen Atlet

Kamis, 3 September 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Evaluasi tersebut salah satunya membahas polemik penggunaan armada mikrobus engkel yang digunakan untuk mengangkut kontingen atlet Kebumen menuju Semarang.

Rapat evaluasi digelar di Aula Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Kamis (3/9/2026). Bupati Kebumen hadir langsung dalam rapat tersebut bersama Sekretaris Daerah, Asisten I Sekda, Kepala Disdikpora, Bapperida, BPKPD, Ketua KONI, K3S, MKKS, perwakilan cabang olahraga, serta sejumlah pegiat olahraga.

Persoalan transportasi mencuat setelah kondisi armada kontingen menjadi perhatian di media sosial. Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan para atlet pelajar menuju Semarang dinilai kurang ideal untuk perjalanan antarkota, terlebih para atlet tersebut tengah menjalankan misi membawa nama Kabupaten Kebumen dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Dalam rapat, Disdikpora memaparkan berbagai kondisi yang melatarbelakangi pelaksanaan POPDA tahun ini. Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Kebumen, Tri Mujiyanto, menyebut kontingen Kebumen memiliki jumlah personel yang cukup besar.

Secara keseluruhan, kontingen berjumlah 321 orang, terdiri dari 248 atlet yang dibiayai melalui alokasi dinas, 16 atlet mandiri, serta 57 pelatih dan official. Selain itu terdapat tujuh orang unsur dinas dan lima orang panitia pelaksana.

Para atlet Kebumen mengikuti pertandingan pada 18 cabang olahraga yang tersebar di 14 venue di wilayah Kota Semarang, Kendal, dan Pati. Kontingen juga ditempatkan di penginapan BPBMP Semarang selama mengikuti rangkaian pertandingan.

Kebutuhan Membengkak

Tahun ini, penyelenggaraan POPDA memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya bertambahnya jumlah cabang olahraga dari 16 menjadi 18 cabor.

Selain itu, terdapat perubahan ketentuan mengenai kelolosan nomor beregu. Juara pertama dan kedua pada sejumlah cabor beregu dapat melaju ke tingkat provinsi. Kebijakan tersebut turut meningkatkan potensi jumlah atlet yang harus diakomodasi.

Baca Juga:  Tak Ada Tanda Kekerasan, Polres Kebumen Pastikan Bocah Tewas di Kolam Murni Tenggelam

Pada 2025, jumlah atlet yang diberangkatkan tercatat sebanyak 209 orang. Sementara pada POPDA 2026 terdapat potensi kuota hingga 522 atlet, dengan realisasi keberangkatan sebanyak 312 atlet.

Format pertandingan juga berubah. Jika pada tahun sebelumnya pelaksanaan dibagi dalam dua tahap berdasarkan jenjang pendidikan, tahun ini seluruh rangkaian POPDA dilaksanakan dalam satu tahap selama enam hari, mulai 1 hingga 6 September 2026.

Persoalan lainnya adalah waktu penerbitan petunjuk teknis yang baru diterima pada April 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah memiliki ruang yang terbatas untuk melakukan penyesuaian anggaran.

Dari sisi pembiayaan, alokasi awal dalam DPA untuk tingkat provinsi sebesar Rp391.051.600. Namun setelah dilakukan penghitungan berdasarkan kebutuhan riil, anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp620.192.000.

Dengan demikian terdapat selisih kebutuhan sekitar Rp229.140.400. Kekurangan tersebut antara lain berkaitan dengan kebutuhan transportasi, konsumsi, dan seragam kontingen.

Armada Jadi Bahan Evaluasi

Terkait kendaraan yang menjadi sorotan, pihak Disdikpora menjelaskan bahwa pemilihan mikrobus dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan kebutuhan mobilitas kontingen.

Dengan venue pertandingan yang tersebar di 14 lokasi, kendaraan berukuran lebih kecil dianggap memberikan fleksibilitas untuk perpindahan atlet dari penginapan menuju lokasi pertandingan. Pertimbangan pengalaman mobilitas kontingen pada pelaksanaan sebelumnya juga menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan.

Namun, Disdikpora mengakui masih terdapat kekurangan dalam perencanaan, khususnya dalam mengantisipasi kondisi di lapangan. Atas persoalan tersebut, pihak dinas menyampaikan permohonan maaf dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Pegiat olahraga sekaligus Ketua Perbati, Sujud Sugiarto, meminta persoalan serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kenyamanan atlet perlu menjadi salah satu prioritas karena mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kebumen.

“Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi,” kata Sujud.

Baca Juga:  Tragis! Penganiayaan di Buayan Kebumen, Suami Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas

Bupati Pastikan Ada Perbaikan

Bupati Kebumen turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi transportasi yang dialami para atlet. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya dapat dikomunikasikan sejak awal sehingga fasilitas yang diterima kontingen dapat dipastikan kelayakannya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memperoleh undangan resmi dalam agenda pelepasan kontingen. Kondisi tersebut membuat koordinasi terkait kebutuhan dan fasilitas atlet tidak dapat dilakukan lebih awal.

“Jangankan Pak Sujud, saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen,” tegasnya.

Bupati memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah perbaikan. Bahkan, ia menyatakan akan mengganti armada yang digunakan kontingen sehingga para atlet dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman dan memiliki kondisi fisik yang lebih siap menghadapi pertandingan.

“Insyaallah ke depan akan diperbaiki. Karena bagaimanapun itu anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Kebumen. Saya sebagai Bupati, nanti bus-busnya akan saya ganti,” ujarnya.

Usai rapat, Bupati juga menyatakan kesiapannya untuk meninjau langsung kondisi kontingen Kebumen di Semarang.

Di tengah evaluasi fasilitas tersebut, prestasi kontingen Kebumen tetap menunjukkan hasil positif. Hingga Kamis (3/9/2026), kontingen Kebumen telah mengoleksi 12 medali, terdiri atas empat medali emas, dua perak, dan enam perunggu.

Perolehan tersebut menempatkan Kebumen sementara di posisi ke-11 klasemen perolehan medali tingkat Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap capaian tersebut menjadi tambahan motivasi bagi seluruh atlet, pelatih, dan official untuk terus berjuang hingga seluruh pertandingan POPDA Jawa Tengah 2026 berakhir.

Penulis : Yuli

Editor : Luthfi

Follow WhatsApp Channel kebumen.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral! Atlet Popda Kebumen ke Semarang Naik Engkel, Kadisdikpora Beri Penjelasan
Kebumen Fest 2026 Resmi Dibuka dengan Kemeriahan Night Street Carnival
Hari Jadi Kabupaten Kebumen Simpan Sejarah Perjuangan Ki Bodronolo
Kemeriahan Peringatan Hari Jadi ke-397 Kebumen dalam Balutan Adat Jawa
Bupati Kebumen Jenguk Pelajar Korban Perundungan di Kutowinangun
Penanganan Kasus Perundungan Pelajar Kebumen Melibatkan Bapas
Motif Cemburu, Pelajar SMK di Kutowinangun Kebumen Jadi Tersangka Penganiayaan
DPRD Kebumen Gelar Rapat Paripurna Bahas KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 dan 8 Raperda

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:55 WIB

Sorotan Armada POPDA Kebumen, Bupati Janji Perbaiki Fasilitas Kontingen Atlet

Kamis, 3 September 2026 - 17:59 WIB

Viral! Atlet Popda Kebumen ke Semarang Naik Engkel, Kadisdikpora Beri Penjelasan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Kebumen Fest 2026 Resmi Dibuka dengan Kemeriahan Night Street Carnival

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Hari Jadi Kabupaten Kebumen Simpan Sejarah Perjuangan Ki Bodronolo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Kemeriahan Peringatan Hari Jadi ke-397 Kebumen dalam Balutan Adat Jawa

Berita Terbaru