KEBUMEN – Keberangkatan kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kebumen menuju ajang POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejumlah atlet diketahui berangkat menuju Semarang menggunakan kendaraan mikrobus atau yang biasa disebut engkel.
Video dan foto keberangkatan tersebut viral di media sosial. Salah satu video bahkan telah ditonton lebih dari 200 ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar. Warganet ramai mempertanyakan kelayakan kendaraan yang digunakan untuk menempuh perjalanan Kebumen-Semarang.
“Engkel Kebumen-Semarang, kasihan atletnya min,” tulis akun @Gea*****.
Sorotan tersebut turut mendapat perhatian mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kebumen, Sriyanto. Terlebih, cucunya yang merupakan atlet judo menjadi salah satu anggota kontingen Popda tahun ini.
Sriyanto mengaku kecewa setelah mengetahui cucunya bersama atlet lainnya akan berangkat menggunakan kendaraan mikrobus tersebut.
“Awalnya diceritain sama cucunya saya minta diantar. Kemarin pas pemberangkatan saya ke sana ternyata betul pakai engkel,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, penggunaan engkel untuk perjalanan jauh dinilai kurang ideal bagi atlet. Kondisi perjalanan yang melelahkan, kata dia, dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap kebugaran dan performa atlet saat bertanding.
“Intinya kami kecewa lah, masak ke Semarang pakai engkel. Ya minimal kalau saya jadi ketua KONI dulu ya Avanza lah,” ujarnya.
Kadisdikpora: Bukan Sekadar Perjalanan Kebumen-Semarang
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen Agus Sunaryo memberikan penjelasan terkait penggunaan kendaraan tersebut.
Agus mengatakan, pemilihan kendaraan berukuran lebih kecil tidak semata-mata untuk mengangkut atlet dari Kebumen menuju Semarang. Kendaraan tersebut juga dipersiapkan untuk menunjang mobilitas atlet selama mengikuti pertandingan.
Pasalnya, venue POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini tersebar di berbagai lokasi. Khusus di Kota Semarang, terdapat 14 titik venue pertandingan.
“Kalau menggunakan bus besar, bus itu tidak akan bisa untuk mobilitas ketika di Semarang. Untuk mengantar dan menjemput ke venue-venue yang jumlahnya relatif banyak,” jelas Agus.
Selain persoalan mobilitas, Agus menyebut jumlah kontingen Kebumen tahun ini juga meningkat cukup signifikan setelah adanya perubahan petunjuk teknis (juknis) POPDA tingkat provinsi.
Jika tahun sebelumnya Kebumen mengirim sekitar 209 atlet, pelatih, dan official, tahun ini jumlahnya mencapai 321 orang.
“Jumlahnya ada 18 engkel dan ada juga mobil-mobil pribadi,” pungkasnya.
Perdebatan mengenai kendaraan kontingen pun ramai di media sosial. Di satu sisi, publik menyoroti kenyamanan atlet dalam menempuh perjalanan jauh. Di sisi lain, Disdikpora menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas kontingen selama pelaksanaan POPDA di Semarang.
Penulis : Yuli
Editor : Luthfi







