Tidak sebatas memberikan fasilitas fisik, warga desa juga dibekali ilmu mengenai Peningkatan Manajemen Pertanian dan Peternakan. Materi krusial tersebut dipaparkan oleh perwakilan Tim Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Padureso.
Penyuluh menekankan pentingnya aspek manajemen operasional secara menyeluruh bagi kelompok tani. Pengelolaan usaha harus mencakup administrasi keuangan yang tertib, kalkulasi biaya produksi, hingga penanganan pascapanen.
Petani diedukasi agar tidak langsung menjual umbi segar hasil panen, melainkan mengolahnya terlebih dahulu menjadi aneka produk pangan olahan. Salah satu komoditas yang dicontohkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi adalah singkong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah pemaparan materi, agenda dilanjutkan dengan sesi praktik penggunaan alat di lapangan yang dipandu tim pengabdian. Para petani tampak antusias mencoba mengoperasikan mesin cultivator untuk menggemburkan tanah dan corn seeder untuk menanam jagung.
Salah seorang perwakilan petani lokal, Kirom, menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program pendampingan dari perguruan tinggi ini. Menurutnya, inovasi ini memberikan wawasan baru terkait metode bercocok tanam yang jauh lebih efisien.
Pihak Tim PKM UMNU Kebumen juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Tahun 2026. Lembaga tersebut telah memberikan dukungan pendanaan penuh melalui Skema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











