KEBUMEN – Kondisi ruas Jalan Pagebangan–Somagede di Dukuh Kutosari RT 01 RW 02, Desa Gunungsari, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, hingga kini masih memprihatinkan. Badan jalan yang longsor sejak 9 November 2025 belum juga mendapat penanganan permanen.
Longsor mengakibatkan badan jalan amblas sepanjang sekitar 20 meter dengan lebar tiga meter. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan yang melintas.
Titik longsor berada tepat di sebuah tikungan. Kondisi ini dinilai cukup membahayakan karena pengendara tidak dapat melihat kondisi jalan secara jelas dari kejauhan. Sejumlah kecelakaan, terutama yang melibatkan anak sekolah, disebut pernah terjadi di lokasi tersebut.
Dinas PUPR Kebumen telah memasang rambu peringatan longsor di sekitar lokasi. Namun, warga berharap penanganan tidak berhenti pada pemasangan rambu dan segera dilanjutkan dengan perbaikan badan jalan secara permanen.
Warga Cemas Setiap Hujan Turun
Salah seorang warga yang rumahnya berada di bawah lokasi longsor, Iyar, mengaku masih dihantui kekhawatiran setiap kali hujan turun.
Ia menceritakan, longsor terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari.
“Waktu kejadian longsor itu malam hari sekitar jam 9 malam. Terus ambruk, airnya langsung ke bawah semua,” kata Iyar.
Sejak kejadian tersebut, warga yang tinggal di sekitar lokasi selalu waspada ketika hujan turun, terutama pada malam hari. Mereka khawatir tanah kembali bergerak dan longsoran menjangkau rumah warga.
“Ya takut semua kalau hujan. Kalau malam nggak bisa tidur, takut ambruk lagi,” ujarnya.
Menurut Iyar, ketika hujan turun, air dari badan jalan mengalir deras menuju bawah hingga ke sekitar rumah warga. Bahkan, aliran air tersebut terlihat seperti air terjun.
“Airnya kayak curug, seperti air terjun. Kalau pas hujan, air yang di jalan itu ke rumah semua,” tuturnya.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan sebelum musim hujan tiba. Menurutnya, penanganan mendesak diperlukan untuk mencegah terjadinya longsor susulan yang dapat mengancam rumah warga.
“Harapannya cepat-cepat dibetulkan. Sebelum hujan harus sudah diperbaiki, karena kalau hujan takut longsor lagi. Takut rumah yang ditempati juga ikut terkena longsor,” katanya.
Pemerintah Desa Minta Segera Ditangani
Kepala Desa Gunungsari saat ditemui pada Selasa (11/8/2026) membenarkan bahwa longsor di ruas jalan tersebut terjadi pada 9 November 2025.
Ia mengatakan, warga telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa. Kekhawatiran semakin besar karena titik longsor berada sangat dekat dengan rumah penduduk.
“Warga sudah bolak-balik menyampaikan ke pemerintah desa. Longsornya memang benar-benar di samping rumah warga,” ujarnya.
Menurutnya, meski saat ini wilayah tersebut masih memasuki musim kemarau, ancaman longsor susulan perlu diantisipasi sejak dini. Terlebih ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
“Kalau nanti musim hujan jelas ada longsoran susulan. Warga kita sangat khawatir karena kalau ada longsoran susulan itu pasti ke rumah warga,” katanya.
Selain mengancam permukiman, kondisi jalan juga menjadi perhatian karena ruas tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat.
Jalan tersebut menjadi penghubung menuju Desa Pagebangan dan sejumlah wilayah di Kecamatan Karanggayam. Dari Pagebangan, jalur ini juga menjadi akses menuju Logandu, Karangrejo hingga ke arah Kebumen.
Aktivitas warga, termasuk untuk menuju pasar, juga banyak bergantung pada ruas jalan tersebut.
“Kalau aktivitas ke pasar tetap cuma itu jalan yang dilalui atau dilewati. Harapannya segera diperbaiki,” pungkasnya.
Pemerintah Desa Gunungsari berharap penanganan badan jalan yang longsor dapat segera dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat. Perbaikan dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi warga, mencegah potensi longsor susulan, sekaligus menjaga kelancaran akses masyarakat.
Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Sebab, memasuki musim hujan, mereka tidak hanya menghadapi persoalan jalan yang rusak, tetapi juga ancaman keselamatan bagi rumah dan warga yang berada di bawah titik longsor.
Penulis : Yuli
Editor : Luthfi







