12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Jembatan Klantang Ambruk Sejak 2025, Warga Peniron Kebumen Desak Pembangunan Segera Direalisasikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN — Kondisi Jembatan Kali Klantang di ruas Jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, hingga kini masih memprihatinkan. Jembatan yang ambruk akibat tergerus banjir pada November 2025 tersebut belum juga dibangun kembali.

Jembatan dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 6 meter itu merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Kerusakan jembatan membuat aktivitas warga, terutama mobilitas kendaraan dan kegiatan ekonomi, harus dilakukan dengan lebih hati-hati.

Salah seorang warga, Eko, mengaku khawatir ketika harus melintasi kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar akses masyarakat kembali aman dan nyaman digunakan.

Kepala Desa Peniron, Triyono Adi, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya telah berlangsung sejak sebelum 2025. Kondisi tersebut dipicu oleh erosi Sungai Lukulo yang secara perlahan menggerus bagian sekitar pondasi jembatan.

Menurut Triyono, sebelumnya telah terdapat bronjong sebagai perlindungan di bagian bawah jembatan. Namun, konstruksi tersebut akhirnya jebol ketika diterjang banjir. Akibatnya, pondasi jembatan ikut tergerus hingga akhirnya jembatan ambrol pada November 2025.

“Jembatan Klantang di Peniron itu dari awal sebelum tahun 2025 memang sudah tergerus erosi akibat erosi dari Sungai Lukulo,” kata Triyono.

Pasca-ambruknya jembatan, pemerintah desa telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait. Pagar pengaman juga telah dipasang di sekitar lokasi. Namun, sampai saat ini belum tersedia jembatan darurat yang memadai sehingga masyarakat masih memanfaatkan akses tersebut dengan kondisi yang ada.

Baca Juga:  Respons Cepat Petugas Cegah Api Meluas, Kebakaran Dapur di Kuwarasan Diduga Berasal dari Tungku Kayu

Triyono menegaskan, keberadaan Jembatan Klantang sangat vital karena menjadi penghubung antarkecamatan. Jalur tersebut menghubungkan wilayah Pejagoan dengan Karangsambung, Karanggayam hingga Sadang.

“Jembatan itu akses vital karena memang penghubung antarkecamatan, dari Kecamatan Pejagoan, Karangsambung, Karanggayam dan Kecamatan Sadang,” ujarnya.

Tidak hanya untuk transportasi, keberadaan jembatan juga berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalur tersebut digunakan warga untuk menuju sekolah, pasar, pusat pemerintahan, serta berbagai pusat kegiatan ekonomi di Kabupaten Kebumen.

“Kalau untuk kegiatan ekonomi itu pokok, untuk sekolah juga pokok. Karena memang SMP di situ, kalau mau ke SMA juga lewat situ. Akses ke pasar atau ke pusat kota Kebumen juga lewat situ,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kebumen bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen juga telah meninjau kondisi jembatan. Dalam peninjauan tersebut, pembangunan kembali Jembatan Klantang disebut direncanakan dilakukan pada tahun ini.

Namun, hingga memasuki Agustus 2026, pembangunan yang diharapkan masyarakat tersebut belum terealisasi.

Triyono berharap Pemkab Kebumen dapat segera merealisasikan pembangunan Jembatan Klantang. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas.

“Saya berharap kepada Pemkab Kabupaten Kebumen, terutama mendesak kepada Ibu Bupati untuk segera merealisasikan pembangunan Jembatan Klantang yang ada di Desa Peniron. Karena itu adalah akses pokok dari segala bidang,” tegasnya.

Erosi Masih Menjadi Ancaman

Selain pembangunan jembatan, penanganan erosi di sekitar lokasi juga dinilai sangat penting. Triyono menjelaskan, Jembatan Klantang berada di atas Sungai Klantang, sementara perubahan aliran Sungai Lukulo membuat dampak erosi semakin mendekati wilayah Peniron.

Baca Juga:  Atap SD Negeri 2 Kritig Petanahan Roboh, Diduga Akibat Kayu Lapuk dan Cuaca Buruk

Dahulu, aliran Sungai Lukulo berada cukup jauh dari kawasan tersebut. Namun, erosi yang berlangsung terus-menerus menyebabkan aliran sungai bergeser ke arah utara.

“Lahan sudah habis sehingga mendekat dengan Sungai Klantang. Akhirnya dampak erosinya sampai situ,” ungkapnya.

Ancaman semakin besar ketika musim hujan tiba. Meskipun Sungai Klantang relatif kecil, debit dan arus air dapat meningkat cukup deras. Terlebih ketika aliran Sungai Lukulo bertemu dengan Sungai Klantang.

“Kalau musim hujan, walaupun itu sungai kecil tapi arusnya deras. Dan di situ kalau bareng dengan Sungai Lukulo terjadi muara pertemuan air dari Sungai Lukulo dengan Sungai Klantang. Jadi di situ menggerus dan terjadi erosi lagi,” jelas Triyono.

Karena itu, ia berharap pembangunan jembatan tidak hanya berorientasi pada penggantian konstruksi yang ambruk. Pemerintah juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan melakukan penguatan terhadap kawasan yang rawan tergerus air.

Menurutnya, pembangunan harus dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat dan ukuran yang lebih memadai sehingga mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

“Harapannya dibikin lebih luas, pokoknya lebih kuat. Karena prinsip saya itu adalah akses jembatan yang sangat vital. Terus yang tererosi di sekitar jembatan itu juga segera ditanggulangi,” pungkasnya.

Penulis : Yuli

Editor : Luthfi

Follow WhatsApp Channel kebumen.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sorotan Armada POPDA Kebumen, Bupati Janji Perbaiki Fasilitas Kontingen Atlet
Viral! Atlet Popda Kebumen ke Semarang Naik Engkel, Kadisdikpora Beri Penjelasan
Kebumen Fest 2026 Resmi Dibuka dengan Kemeriahan Night Street Carnival
Hari Jadi Kabupaten Kebumen Simpan Sejarah Perjuangan Ki Bodronolo
Kemeriahan Peringatan Hari Jadi ke-397 Kebumen dalam Balutan Adat Jawa
Bupati Kebumen Jenguk Pelajar Korban Perundungan di Kutowinangun
Penanganan Kasus Perundungan Pelajar Kebumen Melibatkan Bapas
Motif Cemburu, Pelajar SMK di Kutowinangun Kebumen Jadi Tersangka Penganiayaan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:55 WIB

Sorotan Armada POPDA Kebumen, Bupati Janji Perbaiki Fasilitas Kontingen Atlet

Kamis, 3 September 2026 - 17:59 WIB

Viral! Atlet Popda Kebumen ke Semarang Naik Engkel, Kadisdikpora Beri Penjelasan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Kebumen Fest 2026 Resmi Dibuka dengan Kemeriahan Night Street Carnival

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Hari Jadi Kabupaten Kebumen Simpan Sejarah Perjuangan Ki Bodronolo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Kemeriahan Peringatan Hari Jadi ke-397 Kebumen dalam Balutan Adat Jawa

Berita Terbaru